Peran Saya Terhadap Perkembangan SGD's


AKSI TERHADAP IKLIM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Oleh: Zakiyya

Sumber gambar: idntimes


Pembangunan tidak hanya berdampak positif mengurangi kesenjangan, namun juga berdampak negatif berupa eksploitasi sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Konsep pembangunan berkelanjutan dianggap sebagai jawaban untuk mengatasi dampak negatif pembangunan. Konsep ini sudah ada sejak tahun 80-an sebagai respon terhadap tantangan ekonomi dan sosial, dengan memberikan perhatian terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya alam (UNESCO, 2011).
Sejak tahun 2016, Pembangunan Berkelanjutan adalah terjemahan dari  Bahasa Inggris Sustainable Development Goals (SDGs) mulai menggantikan peran Millenium Pembangunan atau dalam Bahasa Inggris Millenium Development Goals (MDGs). Pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai proses pembangunan lingkungan atau memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan membangun dan memperbaiki seluruh aspek tidak hanya mengenai aspek ekonomi. Berbeda halnya dengan Millennium Pembangunan yang menekankan tujuan pembangunan dalam aspek ekonomi saja yaitu memberantas kemiskinan tanpa mempertimbangkan unsur lain. SDGs sendiri berisi 17 tujuan pembangunan, salah satunya ialah aksi terhadap iklim.
Pada abad ke-20 atau lebih tepatnya disebut abad Millennial telah berkembang pesat teknologi yang kian canggih. Revolusi Industri 4.0 menjadi salah satu ciri dari pesatnya perkembangan zaman. Revolusi industri dimulai dengan dibuatnya pabrik-pabrik, pembangkit listrik, kendaraan transportasi, digital, dan pertanian. Industri memang membuat wajah dunia tampak semakin maju, misalnya kendaraan bermotor sebagai salah satu produk industri. Namun di sisi lain berdampak negatif terhadap lingkungan hidup manusia. Mesin-mesin kendaraan itu menggunakan bahan bakar dari perut bumi. Hasil pembakaran bahan bakar tersebut menghasilkan unsur CO dan CO2 yang menumpuk di udara dan akan menghasilkan efek seperti rumah kaca terhadap cahaya matahari yang akan masuk ke bumi. Bumi seolah-olah dilapisi oleh kedua gas tadi. Akibatnya, bumi terasa lebih panas dari biasanya. Hal ini disebut sebagai pemanasan global (Global Warming). Perubahan iklim global yang sangat ekstrim sekarang ini akibat dari pemanasan global. Pemanasan global (Global Warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.
Untuk menangani perubahan iklim, diperlukan ketahanan yang kuat dalam upaya konservasi lingkungan. Kita harus bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya sebagai upaya perwujudan pembangunan berkelanjutan. Masyarakat harus lebih sadar dan paham bahwa apa yang kita  dilakukan membawa dampak yang buruk atau tidak terhadap lingkungan sekitar. Pertama yaitu aktivitas membuang sampah. Lihat saja lingkungan sekitar kita, tidak susah untuk menemukan sampah yang bercecer. Hal ini menandakan kesadaran akan menjaga lingkungan masih sangat rendah. Kedua yaitu penggunaan kendaraan bermotor. Sejak ojek online yang kian menjamur, pengguna kendaraan bermotor semakin tinggi. Padahal ada alternatif lainnya yaitu menggunakan sepeda dan berjalan kaki. Karena segala sesuatu mudah didapat, masyarakat jadi malas berjalan kaki dan menggunakan sepeda untuk bepergian. Akibatnya, polusi udara yang tidak terkontrol dan kemacatan terjadi dimana-mana. Ketiga yaitu penggunaan Air Conditioner (AC). AC mengandung gas freon sebagai bahan pendingin. Gas tersebut terurai diudara dan bereaksi dengan ozon yang menyebabkan atmosfer kian menipis. Atmosfer yang menipis menimbulkan perubahan iklim yang semakin panas.
Dari tiga hal yang diuraikan di atas, peningkatan kesadaran perlu dilakukan. Jangan takut untuk menegur orang lain yang melakukan tindakan merusak lingkungan. Upaya peringatan dan iklan mengenai pelestarian lingkungan harus terus disebarluaskan demi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Karena tujuan pembangunan berkelanjutan tidak akan pernah berjalan apabila kita sendiri tidak berupaya mewujudkannya.

Komentar